SAYA DISIRAM AIR OLEH SELINGKUHAN SUAMI SAYA DI TENGAH RESTORAN TERKENAL DAN DIA MENYURUH PELAYAN UNTUK MENGUSIR SAYA. NAMUN SAAT MANAJER KELUAR, SEMUA ORANG TERKEJUT KETIKA DIA MEMBUNGKUK DAN MEMANGGIL SAYA “MADAME CEO”.
Istri Sederhana dan Selingkuhan yang Sombong
Nama saya Clara. Saya sudah menikah dengan Troy selama lima tahun. Di matanya dan keluarganya, saya hanyalah seorang ibu rumah tangga sederhana yang selalu memakai pakaian biasa dan tidak memiliki pekerjaan formal. Yang tidak mereka ketahui, saya menyembunyikan identitas asli saya karena ingin menemukan seseorang yang mencintai saya tanpa pamrih. Saya adalah pewaris tunggal dan CEO dari Cresta Dining Empire, perusahaan yang memiliki deretan restoran bintang 5 paling terkenal dan termahal di seluruh Asia.
Baru-baru ini, saya memergoki Troy berselingkuh dengan wanita lain. Bukannya marah atau menangis di rumah, saya memutuskan untuk makan sendirian di La Belleza—restoran Prancis kami yang paling eksklusif di BGC—untuk berpikir dengan tenang.
Saat itu saya hanya mengenakan blus putih sederhana dan celana jins. Saya sedang menyeruput teh dengan tenang di sudut ruangan ketika tiba-tiba pintu kaca besar restoran itu terbuka.
Troy masuk. Tapi dia tidak sendirian. Di lengannya menggelayut seorang wanita cantik yang mengenakan gaun desainer merah ketat. Dia adalah Valerie, putri dari bos tempat Troy bekerja.
Ketika Troy menyadari keberadaan saya, wajahnya pucat pasi dan dia berusaha menarik Valerie keluar. Namun Valerie, yang tampaknya mengenali saya dari foto-foto, menyeringai dan sengaja berjalan mendekat ke meja saya.
Penghinaan di Meja Makan
“Wah, wah, lihat siapa yang ada di sini, Sayang,” sapa Valerie dengan suara melengking dan nada mengejek. Dia menatap saya dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan rasa jijik yang mendalam. “Apakah kamu istri yang tidak mau menandatangani surat cerai itu? Ya ampun, Troy, kenapa seleramu dulu seperti ini? Dia tampak seperti pengasuh yang tersesat di tempat kelas atas!”
“Valerie, sudah cukup, ayo kita pergi,” bisik Troy memperingatkan, merasa gugup karena para tamu kaya di sekitar mulai berbisik-bisik.
Tapi Valerie tidak berhenti. Dia mengambil gelas berisi air es dari meja saya.
“Asal kamu tahu, sampah, kamu tidak pantas untuk pria ini. Dan kamu lebih tidak pantas lagi berada di restoran seperti ini!”
BYUR!
Tanpa ragu, Valerie menyiramkan segelas penuh air dingin ke wajah saya. Air dan es batu mengenai rambut dan blus saya. Semua orang di dalam restoran terkesiap. Pemain biola pun berhenti memainkan musiknya.
Saya menyeka wajah dengan tangan. Saya tidak berteriak. Saya tidak menangis. Saya hanya menatapnya dengan tatapan yang sangat dingin.
“Apa lihat-lihat?!” bentak Valerie kasar. Dia menoleh ke arah para pelayan yang kebingungan di samping. “Kalian para pelayan! Tunggu apa lagi?! Usir wanita ini! Dia menjijikkan! Dia merusak selera makan kami, apa kalian tidak tahu kalau kami adalah VIP di sini?!”

“Clara, pergi sajalah,” tambah Troy dengan nada kesal, justru memihak selingkuhannya demi memberikan kesan baik. “Kamu memalukan. Kamu hanya membuat skandal di sini.”…
Para pelayan yang panik dan ketakutan akan amukan Valerie buru-buru menghampiriku. Namun sebelum ada yang berani menyentuhku, pintu ruang kantor manajer mendadak terbuka lebar.
Pak Henry, General Manager La Belleza yang legendaris, berjalan cepat ke arah keributan dengan wajah memerah menahan marah.
Valerie yang melihat kehadiran sang manajer langsung tersenyum kemenangan. “Pak Manajer! Bagus Anda keluar! Tolong lempar wanita gembel ini keluar dari restoran Anda! Dia merusak pemandangan dan menyiram air ke mejaku!” fitnah Valerie tanpa rasa malu.
Namun, Pak Henry bahkan tidak menatap Valerie.
Langkahnya terhenti tepat di depanku. Matanya membelalak kaget saat melihat rambutku basah kuyup dan air menetes dari blus sederhanaku. Dalam hitungan detik, wajah manajer tegas itu berubah pucat pasi.
Di hadapan seluruh tamu VIP yang menahan napas, Pak Henry secara mendadak membungkukkan badannya sembilan puluh derajat.
“M-Madame CEO?!” suaranya gemetar hebat hingga terdengar ke seluruh penjuru ruangan. “Maafkan kami! Sungguh maafkan ketidakbecusan kami dalam menjaga kenyamanan dan keselamatan Anda!”
Seluruh ruangan mendadak sunyi mencekam.
Troy ternganga, matanya seolah ingin melompat keluar dari kelopaknya. “P-Pak Henry… Anda salah orang! Dia ini cuma Clara, istri saya yang cuma ibu rumah tangga!”
Pak Henry mendongak, menatap Troy dan Valerie dengan tatapan tajam yang siap membunuh.
“Salah orang?!” bentak Pak Henry murka. “Kamu yang tidak punya mata! Wanita yang baru saja kalian siram ini adalah Madame Clara Cresta, pemilik tunggal dari Cresta Dining Empire! Dialah pemilik restoran ini, gedung ini, dan seluruh rantai restoran Bintang 5 di Asia!”
DEG!
Lutut Troy mendadak lemas. Seluruh warna di wajahnya hilang seketika. Valerie melangkah mundur beberapa tindak, memegang dadanya dengan napas tersengal-sengal. “A… Apa? P-pemilik…?”
Aku berdiri perlahan, mengambil serbet kain bersih yang disodorkan oleh Pak Henry yang gemetaran, lalu menyeka sisa air di leherku dengan tenang.
“Pak Henry,” panggilku dengan suara rendah namun dingin yang menggema di ruangan itu.
“Siap, Madame!” jawab Pak Henry sigap.
“Pertama,” kataku sambil menatap Valerie yang kini bergetar ketakutan, “batalkan seluruh kerja sama investasi Cresta Empire dengan perusahaan ayah wanita ini. Dan pastikan seluruh grup usaha kita memasukkan nama perusahaannya ke dalam daftar hitam permanen.”
“Baik, Madame! Akan saya laksanakan detik ini juga!”
Valerie histeris, air matanya membanjir seketika. “T-TIDAK! Jangan! Perusahaan ayahku bisa bangkrut kalau Anda membatalkan investasi itu! Tolong, saya mohon maafkan saya!” jeritnya sambil mencoba berlutut menggapai tanganku.
“Kedua,” lanjutku tanpa mengabaikan ratapan Valerie, pandanganku beralih ke Troy yang berdiri kaku seperti patung. “Hubungi tim pengacara utama perusahaan. Proses perceraianku dengan Troy hari ini juga. Tarik seluruh aset, mobil, dan rumah yang pernah ia nikmati atas nama fasilitas perusahaanku. Jangan tinggalkan satu sen pun untuknya.”
“T-TIDAK, Clara! Tolong, Clara!” Troy memekik panik, menjatuhkan dirinya ke lantai dingin dan merangkak memohon di depanku. “Aku khilaf, Clara! Aku mencintaimu! Dia yang menggodaku! Tolong jangan lakukan ini pada suami sendiri!”
Aku menatap mantan suamiku itu dari atas ke bawah dengan rasa jijik yang tak lagi tersisa.
“Dan yang terakhir, Pak Henry,” kataku mantap sambil merapikan blusku. “Panggil sekuriti. Seret kedua sampah ini keluar dari restoran milikku, dan pastikan wajah mereka dipajang di seluruh pintu masuk Cresta Group agar tidak ada satu pun dari mereka yang bisa melangkah masuk lagi.”
“Dengan senang hati, Madame!”
Empat petugas keamanan bertubuh tegap langsung menyergap Troy dan Valerie. Tangisan, jeritan histeris, dan raungan penyesalan kedua orang itu menggema di seluruh ruang makan saat mereka diseret keluar bagai anjing kurap, menjadi tontonan hina bagi seluruh tamu VIP.
Aku menyunggingkan senyum tipis, merapikan rambutku, lalu berjalan menuju ruang VIP utama dengan kepala tegak. Topeng kesederhanaanku telah terlepas—dan dunia baru saja menyaksikan bangkitnya Sang Ratu yang sebenarnya.
Disclaimer : This content may be created by AI for entertainment purposes. Any resemblance to real persons, events, or places is coincidental.