Setelah satu tahun “cold war”, tiba-tiba suamiku—seorang Mayor di Philippine Army—menghubungiku.

Setelah satu tahun “cold war”, tiba-tiba suamiku—seorang Mayor di Philippine Army—menghubungiku.

Dia bilang ingin segera punya anak denganku.

Saat itu, tanganku sedang berada di perut seorang male model di dalam VIP room. Aku terdiam beberapa detik, lalu menjawab dingin:

“Bukankah istri sahmu itu Lyzelle? Kenapa tidak kamu suruh dia saja?”

Di seberang telepon, hening.

Teman-temanku langsung berteriak:

“Gila kamu, Solenn! Akhirnya kamu lepas dari Major Caleb!”


Caleb menarik napas dalam, suaranya berat:

“Cari tempat yang tenang, Solenn. Kita perlu bicara soal keluarga kita.”

Aku tersenyum dingin.

“Kita tidak punya keluarga lagi.”

Klik.

Aku menutup telepon.


Luka Masa Lalu

Semua ini dimulai setahun lalu.

Ibuku bunuh diri setelah aku merekam perselingkuhan ayahku—seorang pengusaha besar di Makati.

Sejak itu, aku hidup dengan PTSD.

Caleb, teman masa kecilku di Fort Bonifacio, menjadi satu-satunya orang yang menenangkanku.

Dia membawaku kembali ke dunia vlog—kisah cinta militer kami menjadi viral.

Aku jadi “influencer cinta paling romantis di Filipina.”

Tapi semuanya berubah saat muncul Lyzelle.

Seorang fan obsesif.

Dia pindah tepat di depan apartemen kami di BGC.

Dia meniru hidupku.

Kalung yang sama.

Makanan yang sama.

Gaya hidup yang sama.

Dan yang paling menyeramkan—

dia mulai mengklaim “hidupku” sebagai miliknya.


Malam Kehancuran

Saat aku mengunggah vlog pernikahan kami, Lyzelle livestream:

“Caleb, kalau kamu tidak datang dalam 30 menit, aku akan mati.”

Untuk pertama kalinya, Caleb melepaskan tanganku.

“Nyawa manusia dipertaruhkan.”

Dan dia pergi.


Aku tidak menangis.

Aku hanya masuk ke Civil Registry dan menarik tangan seorang pria yang sudah lama menyukaiku.

“Daftarkan pernikahan kami. Sekarang.”


Kebenaran yang Tidak Masuk Akal

Petugas menatap layar sistem.

“Maaf, Ma’am… Anda sudah menikah.”

Aku membeku.

“Apa?”

“Sudah dua minggu. Dengan pria bernama Jun-Jun.”

Jun-Jun.

Bodyguard Lyzelle.


Aku langsung pergi ke V. Luna Hospital.

Tapi aku dihentikan di pintu VIP.

“Perintah Mayor Caleb. Tidak boleh ada yang masuk.”

Lalu aku melihatnya.

Caleb keluar dari kamar, menggendong Lyzelle dengan hati-hati.

“Aku takut menyakitimu,” katanya lembut.

Dan di saat itu…

hatiku runtuh.


Pengkhianatan yang Terstruktur

Di luar ruangan, aku mendengar percakapan:

“Serius kamu nikahin Solenn sama bodyguard cuma buat nenangin Lyzelle?”

Caleb menjawab dingin:

“Kalau tidak, dia akan bunuh diri.”

“Solenn hanya perlu bertahan sementara.”

“Setelah ini, aku akan beri dia pernikahan militer resmi.”


Aku tertawa kecil.

Pelan.

Tapi dingin.


Aku menelepon asistenku.

“Kirim semua data keuangan Jun-Jun.”

Tiga menit kemudian—

aku melihatnya.

Jun-Jun bukan hanya bodyguard.

Dia adalah dummy account holder.

Aset atas nama dia:

  • Real estate senilai ₱850 juta
  • Offshore trust fund ₱3.2 miliar
  • Rekening militer rahasia yang terkait dengan proyek Caleb

Aku terdiam.

“Jadi… aku bukan korban cinta.”

“Aku bagian dari transfer aset.”


Twist Terakhir

Teleponku berdering.

“Hello, ini Jun-Jun.”

Suaranya tenang.

Terlalu tenang.

“Karena kita sudah menikah secara legal… kapan kita akan mengadakan resepsi?”

Aku tertawa.

“Aku bahkan tidak pernah menandatangani apapun.”

Dia menjawab pelan:

“Benar. Kamu tidak perlu tanda tangan.”

“Karena yang kamu tanda tangani sejak awal adalah sistem keuangan militer rahasia yang kamu kira kamu kendalikan.”

Aku membeku.


Satu jam kemudian—

Caleb muncul di depan rumahku.

Kali ini tanpa seragam.

Tanpa pangkat.

Hanya manusia biasa.

“Solenn… aku bisa jelaskan.”

Aku menatapnya lama.

“Tidak perlu.”

Aku menunjukkan layar ponselku.

“Semua aset militer yang kamu gunakan untuk melindungi Lyzelle sudah dibekukan.”

Dia pucat.

“Siapa kamu sebenarnya?”

Aku tersenyum kecil.

“Aku?”

“Aku orang yang kamu pikir bisa kamu mainkan.”


AKHIR

Caleb ditahan.

Lyzelle kehilangan seluruh akses identitasnya.

Jun-Jun menghilang dari sistem seperti bayangan.

Dan aku…

berdiri di tengah semua kehancuran yang tidak pernah aku mulai.


Di dunia ini, cinta bukan yang paling berbahaya.

Tapi orang-orang yang menggunakan “cinta” untuk menggerakkan uang, militer, dan kekuasaan.

Dan aku akhirnya sadar satu hal:

Aku bukan wanita yang ditinggalkan.

Aku adalah sistem yang mereka semua coba manfaatkan… sampai aku memutuskan untuk menghentikannya.

Aku pikir semuanya sudah selesai setelah Caleb ditahan dan jaringan keuangan militer itu dibekukan.

Tapi malam itu, aku menerima satu amplop tanpa nama di meja apartemenku di BGC.

Tidak ada pengirim. Tidak ada logo. Hanya satu kalimat di bagian depan:

“Sistem tidak pernah benar-benar mati, Solenn.”

Di dalamnya ada sebuah flash drive.

Dan sebuah foto lama.

Foto kami bertiga—aku, Caleb, dan Jun-Jun—berdiri di depan markas Fort Bonifacio.

Tahun yang sama.

Wajah Jun-Jun di foto itu… tidak sama dengan yang selama ini aku kenal.

Di belakang foto tertulis satu kode:

PROJECT MONARCH


Tanganku dingin saat memasukkan flash drive ke laptop.

Layar langsung menyala.

Bukan file biasa.

Tapi rekaman audio.

Suara seorang pria senior dari militer:

“Kalau Solenn Monteverde aktif kembali, semua struktur keuangan akan otomatis berpindah.”

“Dia bukan target.”

“Dia adalah kunci.”

Aku terdiam.


Tiba-tiba pintu apartemenku terbuka sendiri.

Tidak didobrak.

Tapi dibuka dengan akses digital.

Jun-Jun masuk.

Tenang.

Seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

“Kamu sudah melihatnya, kan?” katanya pelan.

Aku berdiri.

“Kamu siapa sebenarnya?”

Dia tersenyum tipis.

“Aku bukan bodyguard Lyzelle.”

“Aku juga bukan suami legalmu.”

Dia melangkah mendekat.

“Aku adalah pengaman terakhir dari sistem yang kamu bangun sendiri sepuluh tahun lalu.”


Darahku terasa berhenti.

“Aku tidak pernah membangun sistem itu.”

Jun-Jun mengangguk.

“Justru itu masalahnya.”

“Kamu lupa.”


Lalu dia meletakkan sebuah kartu akses di meja.

“Semua aset militer, bank offshore, dan dana intelijen… tidak pernah benar-benar atas nama siapa pun.”

“Semua kembali ke satu identitas.”

Dia menatapku.

“Kamu.”


Aku tertawa kecil.

Tapi itu bukan tawa bahagia.

“Jadi Caleb… Lyzelle… semuanya hanya pengalih?”

Jun-Jun menggeleng.

“Bukan pengalih.”

“Uji coba.”


Tiba-tiba layar laptop berubah.

Satu per satu akun yang tadi dibekukan… aktif kembali.

Bukan olehku.

Bukan oleh siapa pun yang aku kenal.

Tapi oleh sistem otomatis.

Dan satu pesan terakhir muncul:

“WELCOME BACK, COMMANDER MONTEVERDE.”


Aku mundur selangkah.

“Commander?”

Jun-Jun menghela napas.

“Dulu kamu bukan influencer, Solenn.”

“Kamu adalah kepala arsitek program kontrol aset nasional.”

“Semua yang kamu sebut ‘hidup normal’… adalah penyamaran.”


Di luar jendela, lampu kota Manila berkedip seperti sistem yang baru saja bangun.

Dan untuk pertama kalinya dalam satu tahun…

aku tidak tahu siapa aku lagi.


Jun-Jun berjalan menuju pintu.

Sebelum keluar, dia berkata:

“Kalau kamu memilih untuk mengingat semuanya…”

“Caleb tidak akan menjadi satu-satunya yang kembali ke penjara.”

“Lyzelle tidak pernah benar-benar sakit.”

“Dan pernikahan itu… bukan kesalahan.”

Dia berhenti.

“Tapi pintu sudah terbuka.”


Pintu tertutup.

Sunyi.


Aku berdiri sendirian di apartemen yang terasa asing.

Lalu aku membuka laptop lagi.

Jarinya ragu.

Tapi akhirnya aku menekan satu folder terakhir:

MEMORY RESTORATION – SOLENN MONTEVERDE


Layar menghitam.

Dan di detik terakhir sebelum semuanya kembali—

aku hanya bisa bertanya pada diriku sendiri:

Kalau semua ini adalah aku…

maka siapa sebenarnya yang selama ini aku cintai?

Atau lebih menakutkan lagi…

apakah aku pernah benar-benar menjadi “Solenn” sama sekali?