Tak lama kemudian bapak keluar dengan ibu, aku melihat sendiri. Tapi karena sudah mengantuk aku tak mengikuti mereka, aku takut ibu marah kalau tahu.
Besoknya Ibu di temukan tewas mengambang di sungai, dari situ aku tahu bapak yang membunuh ibu. Dia berpura-pura pada semua orang kalau ibu ke sungai untuk buang air dan beliau jatuh tenggelam.
Bapak tak mengantar ibu karena mengantuk, padahal jelas-jelas aku melihat bapak membawa ibu.
Hari pertama sepeninggal ibu aku melihat bapak berbincang dengan seseorang di kamar. Mulanya aku pikir bapak mengobrol sendiri karena sedih padahal tidak beliau berbicara dengan Bang Surya, tentang pelenyapan Bang Aji.
Dari situ aku tahu bapak dan Bang Surya adalah dalang di balik semua kejadian di kampung. Mungkin mereka juga sudah membunuh rombongan mas Aji dan yang lainnya yang di tugaskan untuk mencari warga hilang.
Dengan segala pertimbangan aku berjalan keluar malam itu menemui mbak Ayu untuk mengatakan semuanya pada dia. Sebab, aku mendengar bapak berbicara dengannya, mengatakan kabar bohong kalau Bang Aji penyebab hilangnya pak Rahman.

Saat di jalan aku tak sengaja melihat Mbak Ayu pergi lewat belakang dengan membawa ransel, aku pun mengikuti dia. Tadinya ku kira dia akan menemui Bang Aji, mungkin dia tahu keberadaannya yang dinyatakan hilang.
Ternyata aku salah, dia hendak ke rumah pak Kades, di lihat dari jalan yang dia lewati. Aku tetap mengikuti Mbak Ayu dari belakang.
Tapi aku sadar ternyata ada orang lain juga yang mengikuti dia, Mas Kenan orangnya.Dia berjalan di belakang Mbak Ayu persis di depanku. Kenapa mas Kenan mengikuti mbak Ayu aku pun tak tahu alasannya.
Ini semakin menarik bagiku, jiwa mudaku meronta melihat kejadian bak di layar TV yang aku alami sendiri ini.
Mbak Ayu terlihat masuk ke dalam rumah pak Kades, rumah yang beberapa hari lalu terbakar. Tak lama kemudian mbak Ayu keluar lagi.
Mas Kenan yang sudah menunggunya di luar segera membekap dia lalu membawanya ke hutan, mas Kenan mengambil ransel milik mbak Ayu dan pergi meninggalkan mbak Ayu sendiri.
Entah apa yang di inginkan mas Kenan dan apa tujuannya aku tak tahu.
Aku menolong mbak Ayu, dan kami berencana kembali ke rumah. Tapi tiba-tiba tiga orang pria datang, mereka Bang Surya dan yang lainnya aku tak kenal.
Mereka berjalan ke arah hutan, mbak Ayu dan aku mengikuti dari belakang. Ternyata mereka masuk ke hutan Terlarang.
Untuk apa mereka di situ? Aku dan Mbak Ayu saling bertanya-tanya.