Posted in

“MEREKA MEMAKSA ISTRI PEWARIS HOTEL ITU DUDUK DI MEJA PELAYAN SAAT RESEPSI—HINGGA PEMILIK SELURUH BALLROOM DATANG MEMANGGILNYA ‘NONA MUDA’”

Ethan masih berdiri mematung di depan Amara.

Tangannya perlahan turun.

Karena ia mulai sadar…

Wanita yang selama ini selalu mengejarnya dengan lembut—

Kini bahkan tidak ingin disentuh olehnya.

Ballroom Grand Royale dipenuhi bisikan panik.

Nama Aurelius Hospitality mulai terdengar di setiap sudut ruangan.

“Itu keluarga Aurelius?”

“Yang punya hotel di Dubai juga?”

“Katanya aset mereka bahkan lebih besar dari Blackwood Group…”

Wajah ibu Ethan semakin pucat setiap mendengar bisikan itu.

Ia menatap Amara seperti melihat orang berbeda.

Padahal wanita itu tidak berubah sedikit pun.

Masih dress satin sederhana.

Masih rambut terikat rapi.

Masih wajah tenang yang sama.

Yang berubah hanyalah…

Cara semua orang memandangnya.

Manager hotel terus membungkuk cemas.

“Nona muda, kami benar-benar minta maaf atas perlakuan malam ini.”

Amara menghela napas pelan.

“Sudahlah.”

“Tapi Chairman pasti marah besar kalau tahu Anda diperlakukan seperti ini.”

Kalimat itu membuat seluruh keluarga Blackwood langsung tegang.

Ayah Ethan akhirnya bicara untuk pertama kali.

“Chairman… datang ke sini?”

Manager hotel tampak heran.

“Tentu saja.”

Ia menatap Amara penuh hormat.

“Nona muda adalah cucu satu-satunya beliau.”

Sunyi.

Benar-benar sunyi.

Bahkan musik ballroom terasa terlalu takut untuk berbunyi.

Ethan perlahan menoleh pada istrinya.

Empat tahun.

Empat tahun menikah…

Dan ia bahkan tidak pernah tahu siapa sebenarnya wanita yang selalu menunggunya pulang malam.

Yang memasakkan sarapan sendiri.

Yang diam saat keluarganya menghina tanpa alasan.

Dadanya mulai terasa sesak.

Sementara itu—

Di luar ballroom…

Suara beberapa mobil hitam berhenti bersamaan.

Semua kepala langsung menoleh.

Pintu utama terbuka perlahan.

Empat bodyguard turun lebih dulu.

Lalu seorang pria tua berjalan masuk dengan tongkat hitam elegan di tangannya.

Rambutnya putih sempurna.

Tatapannya tajam.

Aura dinginnya langsung membuat seluruh ruangan menegang tanpa alasan jelas.

Beberapa pengusaha VIP spontan berdiri.

Karena semua orang mengenalnya.

Alexander Aurelius.

Pendiri Aurelius Hospitality International.

Pria yang dijuluki media sebagai raja hotel paling berpengaruh di dunia.

Dan malam itu…

Ia datang sendiri.

Manager hotel langsung membungkuk dalam.

“Chairman.”

Namun pria tua itu bahkan tidak melihat siapa pun.

Tatapannya langsung mencari satu orang.

Amara.

Begitu melihat cucunya berdiri dekat meja belakang…

Wajah dingin Alexander langsung berubah.

“Ara…”

Satu panggilan sederhana.

Tapi cukup membuat seluruh ballroom tercekat.

Amara tersenyum kecil untuk pertama kalinya malam itu.

“Kakek.”

Dan detik berikutnya—

Pria paling ditakuti di ruangan itu berjalan mendekat lalu memeluk Amara dengan hati-hati.

Seolah cucunya adalah sesuatu paling berharga di dunia.

Keluarga Blackwood membeku total.

Karena mereka baru sadar satu hal mengerikan.

Wanita yang mereka permalukan…

Ternyata adalah cucu kesayangan Alexander Aurelius sendiri.

Namun semuanya belum selesai.

Karena saat Alexander melepaskan pelukannya…

Tatapan tuanya perlahan beralih ke Ethan.

Lalu ke meja keluarga Blackwood.

Dan untuk pertama kalinya sejak masuk ballroom—

Senyumnya menghilang.

“Aku cuma ingin memastikan satu hal,” ucapnya dingin.

“Siapa yang menyuruh cucuku duduk di meja pelayan?”