Bruk!!
Aku tersentak kaget. Suara hantaman keras di pintu kontrakanku membuat jantungku melompat. Belum sempat aku berdiri, suara tawa riuh sekelompok remaja terdengar dari gang sempit di depan.
“Heh, kurir viral!” teriak salah satu dari mereka sambil terbahak. “Kurir halu! Malu-maluin warga sini aja!”
Dengan tangan gemetar, aku membuka pintu dengan cepat, namun mereka sudah menghilang di balik tikungan gang, hanya menyisakan tawa yang menggema.
Di depan pintu, berserakan pemandangan yang menyakitkan mata. Sisa-sisa sayuran busuk, kulit pisang yang mulai menghitam, dan botol-botol plastik berisi cairan kuning. Mereka memperlakukan rumahku seperti tempat sampah.
Aku memunguti benda-benda kotor itu dengan rasa jijik. Aku bisa merasakan tatapan para tetangga yang mulai mengintip dari balik tirai jendela mereka.
Tatapan yang dulu ramah, kini berubah menjadi campuran antara iba yang merendahkan dan rasa penasaran yang haus akan gosip. Sejak vid-eo konfrontasiku dengan Elvan v!ral dengan narasi yang diputarbalikkan, aku seolah menjadi pesakitan di lingkunganku sendiri.
Aku buru-buru masuk dan mengunci pintu. Rumah sederhana ini mendadak terasa makin sesak, seolah dinding-dindingnya perlahan menghimpitku.
Aku memijat pelipis, menatap sal-do reken-ing di ponsel yang hanya menyisakan beberapa rupiah.
Pekerjaan hilang, namaku tercemar, dan aku terjebak dalam lubang hitam yang digali oleh orang yang paling aku percayai.
Mataku jatuh pada kursi roda dan kruk di pojok k4mar. Benda-benda itu berdiri di sana seperti monumen keb0dohanku.
Setahun aku bekerja m4ti-m4tian, menahan lapar dan kantuk, hanya untuk membiayai laki-laki yang ternyata hanya berpura-pura lum-puh demi sebuah tarvhan.
Aku berjalan mendekat lalu menendang salah satu kruk itu hingga jatuh berdentang di lantai seolah benda itu adalah Elvan. Ada kepu-asan pahit saat melihat benda itu tak berdaya.
Aku memutuskan kedua benda ini harus pergi dari hidupku, dan setidaknya bisa memberiku napas untuk beberapa minggu ke depan.
Setelah mengunggah foto kursi roda dan kruk ke beberapa grup jval be-li online, seorang pria bernama Pak Darto menghubungiku. Ia tampak sangat butuh kursi roda dan bersedia memb-ayar tu-nai di dekat sebuah rumah sakit swasta di pusat kota. Aku langsung setuju.

Sore hari, dengan sisa tenaga yang ada, aku mengikat kursi roda itu di belakang motor tuaku.
Langit kembali mendung, seolah ingin kembali menertawakanku dengan hujan.
Saat motor mulai melaju, perasaanku campur aduk. Benda yang dulu tiap hari kulap bersih dengan penuh kasih untuk Elvan, kini terikat seperti barang rongsokan di belakangku.
Jalanan kota sangat padat. Aku terus melaju dengan pikiran yang melayang-layang, sampai tiba-tiba suara dentuman keras memecah lamunanku.
Brakkk!!!
Aku refleks menarik rem hingga motorku berdecit di aspal yang mulai basah.
Beberapa meter di depanku, sebuah mobil hitam mewah menabrak pembatas jalan hingga bagian depannya ringsek parah. Asap tipis mulai keluar dari kap mobil yang hancur.
Dadaku langsung berdegup kencang. Dingin yang aneh menjalar dari ujung jari hingga ke tengkuk. Tra-uma itu kembali. Bayangan malam saat Elvan menjebakku muncul seperti film horor di kepalaku.
Suara rem blong, teriakan orang, dan tatapan penuh tuduhan. Aku tidak mau terlibat lagi. Aku harus pergi. Calon pembeli kursi rodaku sudah menunggu.
Namun, teriakan dari kerumunan orang membuat langkah motor tuaku tertahan.
“Woi! Di dalam ada orang! Dar-ahnya banyak banget ini!”
Melalui kaca depan yang retak, samar-samar aku melihat seorang laki-laki terjebak di kursi pengemudi. Kepalanya terkulai dengan dar-ah yang mengalir di pelipisnya.
“Ya Allah, ada orang di dalam!”
“Dar-ahnya banyak!”
“Pintunya nggak bisa kebuka!”
Orang-orang hanya berdiri menonton sambil panik sendiri.
“Telepon ambulans!”
“Lama kalau nunggu ambulans!”
Aku mencengkeram stang motor kuat-kuat. ‘Pergi, Naya! Jangan cari masalah lagi. Hidupmu sudah kacau begini. Biarkan orang lain yang menolong,’ batinku ribut menyuruhku menjauh dari tempat kecel-akaan.
Kira-kira siapa yang kecel-akaan???
Apakah si kodok Elvan??
Bab ini masih paanjang ya gaess. Bisa dibaca grat1s tinggal klik l1nk yang ada di kolom komentar