Posted in

SEORANG PRIA TUA DIUSIR DARI RUMAH DUKA KARENA MEMBAWA SEBUAH KUNCI BERKARAT—NAMUN SAAT POLISI MEMERIKSANYA, IDENTITAS JENAZAH LANGSUNG TERBALIK!**

SEORANG PRIA TUA DIUSIR DARI RUMAH DUKA KARENA MEMBAWA SEBUAH KUNCI BERKARAT—NAMUN SAAT POLISI MEMERIKSANYA, IDENTITAS JENAZAH LANGSUNG TERBALIK!**

EPISODE 1: PRIA TUA DENGAN KUNCI BERKARAT

Pak Tino menggenggam erat sebuah kunci kecil yang sudah berkarat sambil berdiri di pintu masuk rumah duka. Kemejanya tampak lusuh. Ujung celananya kotor, dan topi tua yang biasa dipakainya saat bekerja di pelabuhan hampir robek dimakan usia.

Di dalam rumah duka, jenazah **Don Arturo Ramirez**, seorang pengusaha kaya, sedang disemayamkan. Menurut berita, ia meninggal dalam kecelakaan tragis di daerah pegunungan. Mobilnya terbakar habis sehingga wajah korban tidak lagi bisa dikenali. Identitasnya ditetapkan berdasarkan jam tangan mewah, cincin, serta dokumen-dokumen yang ditemukan di tubuh korban.

Banyak pengusaha ternama dan pejabat datang untuk memberikan penghormatan terakhir.

Namun, Pak Tino datang bukan untuk Don Arturo.

**”Orang yang ada di dalam peti itu bukan dia,”** ucapnya dengan suara bergetar kepada petugas.

Semua tamu langsung menoleh ke arahnya.

**”Apa maksudmu?”** tanya keponakan Don Arturo.

**”Yang ada di dalam peti itu adalah anak saya.”**

Peut être une image de une personne ou plus et texte

Beberapa orang langsung tertawa. Ada yang menganggap pria tua itu sudah pikun. Yang lain menduga ia hanya ingin meminta uang dari keluarga kaya tersebut.

Lorenzo, adik kandung Don Arturo, segera menghampiri.

**”Identitas korban sudah dipastikan sejak lama,”** katanya dengan nada tegas. **”Jangan membuat keributan di pemakaman kakak saya.”**

**”Anak saya punya bekas luka di tangan kanan berbentuk bulan sabit,”** jawab Pak Tino. **”Rogelio mendapatkannya sejak kecil.”**

**”Namanya bukan Rogelio!”**

Dua petugas keamanan langsung memegang Pak Tino dan berusaha menyeretnya menjauh dari peti jenazah. Ia tidak melawan. Ia hanya mengangkat kunci berkarat itu tinggi-tinggi.

**”Ini peninggalan anak saya sebelum dia menghilang!”** teriaknya. **”Dia bilang suatu hari nanti kunci ini akan membuka sesuatu!”**

**”Keluarkan dia!”** perintah Lorenzo.

Saat Pak Tino diseret keluar, kunci itu terjatuh ke lantai.

Seorang polisi yang bertugas mengamankan lokasi segera membungkuk dan mengambilnya.

Kapten Polisi Adrian Morales, yang memimpin penyelidikan awal kecelakaan tersebut, memperhatikan ada ukiran kecil di sisi kunci itu.

**B-17.**

**”Tunggu sebentar,”** katanya.

Para petugas pun berhenti.

Kapten Adrian menatap Pak Tino.

**”Siapa nama lengkap putra Anda?”**

**”Rogelio Mendoza,”** jawab Pak Tino. **”Dia adalah sopir pribadi Don Arturo sebelum menghilang dua belas tahun yang lalu.”**

Senyum di wajah Lorenzo tiba-tiba menghilang.

Dan itulah hal pertama yang disadari oleh Kapten Adrian…

Disclaimer : This content may be created by AI for entertainment purposes. Any resemblance to real persons, events, or places is coincidental.