Posted in

“Bella, maaf. Aku tidak bisa menjagamu lagi.”

“Kenapa?” Suara Bella terdengar bergetar di sebrang sana.

“Aku sudah menikah, istriku tidak mengizinkanku bertemu denganmu lagi. Aku akan menyuruh Sam untuk menggantikanku menjagamu.”

Tanpa menunggu jawaban dari Bella, Dave mema tikan panggilan tersebut, kemudian menatap Viona. “Cabut lagi gugatanmu, kita tidak akan bercerai.”

Viona merem4s ujung bajunya dengan wajah bingung. Tidak bisa dipungkiri, kalau dia senang akhirnya sang suami memilihnya, tapi entah mengapa masih ada yang mengganjal di hatinya.

“Naiklah ke atas. Jangan berpikir macam-macam. Aku akan meminta Sam untuk mengambil barangmu di rumah Rea besok.”

“Ibumu tidak akan setuju jika kamu melakukan ini.”

“Biar aku yang mengurus itu.”

Viona kembali terdiam. Dia sedang menimang antara mempertahankan pernikahan mereka atau tetap bercerai.

“Sudah malam, tidurlah.”

Setelah terdiam selama beberapa saat, Viona akhirnya mengangguk, lalu berjalan menuju tangga. Pada akhirnya, dia memilih untuk mempertahankan rumah tangga mereka. Dave sudah mengalah dan menurunkan egonya, berarti dia juga harus mengalah demi anak dalam ra himnya.

Setelah Viona tidak terlihat, Dave mengambil bungkus rok0k dari saku celana, kemudian menyalakannya, setelah itu berjalan menuju jendela yang menghadap ke arah kolam renang. Dia menatap ke depan dengan wajah serius, seolah sedang memikirkan sesuatu.

Pukul 10 malam, Viona yang sejak tadi berbaring di ranjang, akhirnya turun ke bawah. Dia melihat Dave masih setia duduk di ruangan keluarga.

Saat melihat Viona datang, Dave langsung me m4 ti kan r o k o k yang ada di tangannya. “Kenapa turun?”

“Aku tidak bisa ti dur.”

“Kalau begitu, duduklah. Ada yang mau aku bicarakan denganmu.”

“Apa?”

Belum sempat Dave membuka suara, ponselnya tiba-tiba berbunyi. Dia menatap sejenak ponselnya, sebelum mengangkat panggilan itu.

“Ada apa?” tanya Dave sambil berjalan menjauh dari Viona.

Setelah mendengar jawaban dari si penelpon, Dave segera menutup panggilan itu, dan menghampiri sang istri. “Aku harus pergi. Kamu naiklah ke atas dan segera tidur.”

“Kenapa? Itu panggilan dari Bella lagi? Dia membutuhkanmu?”

Raut wajah Dave yang tampak panik, seketika berubah. “Ini yang terakhir. Aku tidak akan menemuinya lagi setelah ini.”

Bukannya marah, Viona justru tersenyum. “Baik, pergilah. Bella pasti sudah menunggumu.”

“Langsung tidur saja, tidak perlu menungguku.”

Viona menatap kepergian Dave dengan tatapan kecewa.

Ternyata, Bella masih menjadi prioritas sang suami. Satu panggilan darinya, mampu membuat Dave langsung berlari ke arahnya, sementara dirinya butuh meninggalkan rumah agar Dave datang mencarinya.

‘Aku memang tidak akan menunggumu. Aku sudah memberimu kesempatan, tapi kamu sia-siakan. Aku tidak mau menjadi nomor dua lagi.’

Setelah bergumam dalam hati, Viona melangkah keluar sambil memesan taksi.

Bersambung….