“Gimana rasanya tidvr dengan janda, suamiku tersayang?” Suaraku rendah, namun tajam Iayaknya sembiIu yang siap menguIiti … “Silakan pilih Janda itu, Mas. Apa lagi dia sudah ha mil, akibat kumpul kebo kalian.Tapi ingat! Pergilah dengan tanpa apa pun. Karena saat kamu datang padaku, hanya bermodalkan kolor saja!”Read more
Author: ctv68 ctv68
AKU HANYA TERSENYUM SAAT SUAMIKU MENGUSIRKU DARI RUMAH YANG KATANYA MILIKNYA—KARENA SATU JAM LAGI, DIA AKAN TAHU SIAPA PEMILIK SEBENARNYA.
“Keluar dari rumah ini kalau tidak bisa menghormati ibuku!” Suara Arga menggema di ruang tamu. Di … AKU HANYA TERSENYUM SAAT SUAMIKU MENGUSIRKU DARI RUMAH YANG KATANYA MILIKNYA—KARENA SATU JAM LAGI, DIA AKAN TAHU SIAPA PEMILIK SEBENARNYA.Read more
Suamiku menikahi sepupuku dengan menggelar pesta mewah. Tapi lucunya, dia malah berharap aku yang akan membayar biaya nikahannya. Nih, Mas, ambil surat gugatan cerai dariku!
“Kamu nampar aku?” Dina berteriak marah. “Berani kamu nampar aku?” “Kenapa nggak berani, Mbak?” tanya Dini, … Suamiku menikahi sepupuku dengan menggelar pesta mewah. Tapi lucunya, dia malah berharap aku yang akan membayar biaya nikahannya. Nih, Mas, ambil surat gugatan cerai dariku!Read more
Rumah besar itu kini terasa begitu hampa bagi Arka. Sebulan telah berlalu sejak kepergian Shena, namun aroma vanila lembut dari tubuh wanita itu seolah masih tertinggal di sudut-sudut ruangan, mengejek Arka yang kini hidup dalam kesunyian.
Tidak ada lagi suara denting spatula di dapur setiap jam lima pagi. Tidak ada lagi kemeja … Rumah besar itu kini terasa begitu hampa bagi Arka. Sebulan telah berlalu sejak kepergian Shena, namun aroma vanila lembut dari tubuh wanita itu seolah masih tertinggal di sudut-sudut ruangan, mengejek Arka yang kini hidup dalam kesunyian.Read more
“Bagaimana? Pilih mence raikan dia sekarang, atau kariermu han cur dan aku akan menga dukan semua kebo honganmu ini pada papaku?” tanya Gita dengan te gas.
Mas Reno seperti mendapatkan angin segar. Mendengar jabatan impiannya masih bisa diselamatkan oleh istri sirinya, terlihat … “Bagaimana? Pilih mence raikan dia sekarang, atau kariermu han cur dan aku akan menga dukan semua kebo honganmu ini pada papaku?” tanya Gita dengan te gas.Read more
Aku sengaja mem b l o k i r semua aksesr ek e ni ng atas namaku yang dipegang oleh suami. Ia panik ketika hendakmemb ay ar. ta g iha n pesta sahabatnya itu
Rumah ini terasa lebih dingin dari biasanya. Bukan karena pendingin ruangan yang menyala, melainkan karena kehangatan … Aku sengaja mem b l o k i r semua aksesr ek e ni ng atas namaku yang dipegang oleh suami. Ia panik ketika hendakmemb ay ar. ta g iha n pesta sahabatnya ituRead more
Aku pikir setelah diusir dari rumah orang tuaku, istri dan kedua anakku akan jadi gelandangan di jalanan, tapi ternyata mereka malah tinggal di hotel mewah. Dari mana ia punya uang sebanyak itu?!
“Fin, itu beneran Ratmi?” tanya Sulastri, suaranya serak dan penuh kecurigaan. Ibunya mendekat, matanya mengikuti arah … Aku pikir setelah diusir dari rumah orang tuaku, istri dan kedua anakku akan jadi gelandangan di jalanan, tapi ternyata mereka malah tinggal di hotel mewah. Dari mana ia punya uang sebanyak itu?!Read more
“Bella, maaf. Aku tidak bisa menjagamu lagi.”
“Kenapa?” Suara Bella terdengar bergetar di sebrang sana. “Aku sudah menikah, istriku tidak mengizinkanku bertemu denganmu … “Bella, maaf. Aku tidak bisa menjagamu lagi.”Read more
Sebelum kalian bertiga bermim pi terlalu jauh untuk hidup bahagia di sini, apa Mas Reno yang terhormat ini sudah memberi tahu kamu, adik ma du?” tanyaku, sengaja menjeda kalimat dengan senyuman miring yang kutunjukkan pada Gita.
Perempuan ber-make up tebal itu menyipitkan mata dengan rahang yang tampak menge ras. “Kamu harus tahu, … Sebelum kalian bertiga bermim pi terlalu jauh untuk hidup bahagia di sini, apa Mas Reno yang terhormat ini sudah memberi tahu kamu, adik ma du?” tanyaku, sengaja menjeda kalimat dengan senyuman miring yang kutunjukkan pada Gita.Read more
“Naima, hari ini giliran Ibu jadi tuan rumah arisan desa. Kamu tidak usah keluar kamar kalau merasa terganggu suara ibu-ibu,” ucap Diana sambil sibuk menata taplak meja sulamnya.
Naima yang sedang melipat jemuran menoleh. Ia melihat gurat kecemasan di wajah mertuanya. Diana bukan takut … “Naima, hari ini giliran Ibu jadi tuan rumah arisan desa. Kamu tidak usah keluar kamar kalau merasa terganggu suara ibu-ibu,” ucap Diana sambil sibuk menata taplak meja sulamnya.Read more