Posted in

“Kenapa kamu setuju-setuju aja sama keinginan Mama, Aruni? Mas beneran nggak mau bikin kamu kecewa setibanya kita di sana,” ucap suamiku yang langsung menarik tanganku ke sudut dapur setelah sarapan pagi selesai.

“Mas, aku beneran nggak mau ngecewain Mama yang begitu banyak berharap sama kita. Jadi aku iyain … “Kenapa kamu setuju-setuju aja sama keinginan Mama, Aruni? Mas beneran nggak mau bikin kamu kecewa setibanya kita di sana,” ucap suamiku yang langsung menarik tanganku ke sudut dapur setelah sarapan pagi selesai.Read more

Posted in

Dokter yang merupakan mantan istriku bilang, istriku menelan benda mirip balon ukuran kecil. Padahal, aku tak pernah memakainya. Dia saja hamil! Jadi apa sebenarnya benda itu dan kenapa ada di perut istri keduaku?

“Pak Arhan, mohon tunggu di luar. Biar kami yang menangani pasien,” pinta Safira terdengar mutlak, tak … Dokter yang merupakan mantan istriku bilang, istriku menelan benda mirip balon ukuran kecil. Padahal, aku tak pernah memakainya. Dia saja hamil! Jadi apa sebenarnya benda itu dan kenapa ada di perut istri keduaku?Read more

Posted in

“Dek, jangan begini, kita bisa bicara baik-baik dulu,” te riak Mas Rasyid dari luar ruangan. Ia terus saja mengetuk pintu dengan kerasnya. Sesekali tangannya menarik hendel pintu yang sudah kukunci dari dalam.

Percuma saja berte riak, aku sudah tak ingin lagi bicara soal ini. Sakit hatiku tak akan … “Dek, jangan begini, kita bisa bicara baik-baik dulu,” te riak Mas Rasyid dari luar ruangan. Ia terus saja mengetuk pintu dengan kerasnya. Sesekali tangannya menarik hendel pintu yang sudah kukunci dari dalam.Read more

Posted in

Jam di dinding menunjukkan pukul sembilan malam. Di luar, suasana telah berubah sunyi—tak lagi terdengar langkah kaki orang yang melintas, tak ada pula suara anak-anak berlarian sambil tertawa dan berteriak seperti selepas isya tadi. Barangkali gerimis tipis yang turun sejak senja menjadi alasan kenapa malam terasa lebih cepat lengang.

Aku memasukkan satu per satu barang yang kutemukan dalam ransel milik Mas Aji pagi tadi, melakukannya … Jam di dinding menunjukkan pukul sembilan malam. Di luar, suasana telah berubah sunyi—tak lagi terdengar langkah kaki orang yang melintas, tak ada pula suara anak-anak berlarian sambil tertawa dan berteriak seperti selepas isya tadi. Barangkali gerimis tipis yang turun sejak senja menjadi alasan kenapa malam terasa lebih cepat lengang.Read more

Posted in

“Aku minta u4ng sumb4 ngan kamu ya, Dek.” Buat apa, Mas? Kamu ‘kan udah punya u4 ng su mb4 ngan dari rekan kerja kamu. Bahkan, nominalnya jauh lebih banyak dari u 4 ng sum ban ganku.”

“Apa susahnya sih kamu nurut, Dek? Gak usah banyak tanya gitu.” Sumbangan Pernikahanku Dipakai Mertua (4) … “Aku minta u4ng sumb4 ngan kamu ya, Dek.” Buat apa, Mas? Kamu ‘kan udah punya u4 ng su mb4 ngan dari rekan kerja kamu. Bahkan, nominalnya jauh lebih banyak dari u 4 ng sum ban ganku.”Read more

Posted in

Kule mparkan lima bendel u ang baru ke wa jah istri pertamaku karena dia i ri. Istri kedua kuberi THR 2oo jt untuk op las di luar negeri sementara dia dapat ja tah bula nan 2 jt per bulan selalu habis untuk keperluan keluarga.

Kupikir dia akan bersu jud minta ma af padaku. Dia malah … “Mas yakin itu untuk … Kule mparkan lima bendel u ang baru ke wa jah istri pertamaku karena dia i ri. Istri kedua kuberi THR 2oo jt untuk op las di luar negeri sementara dia dapat ja tah bula nan 2 jt per bulan selalu habis untuk keperluan keluarga.Read more

Posted in

“Penga-man yang dipakai suamimu, sudah kutu-suk jarum sebelumnya! Kalau aku sudah ha mil, kamu pasti akan dice-raikan. Aku harap kamu nggak nangis ya, Ge!”

“Penga-man yang dipakai suamimu, sudah kutu-suk jarum sebelumnya! Kalau aku sudah ha mil, kamu pasti akan … “Penga-man yang dipakai suamimu, sudah kutu-suk jarum sebelumnya! Kalau aku sudah ha mil, kamu pasti akan dice-raikan. Aku harap kamu nggak nangis ya, Ge!”Read more