Nadia tiba di rumah pada sore hari, tepat sebelum pukul 3 sore yang sudah Tris janjikan … Difitnah, lalu diusir dari kampung. Semua orang di kampung menolaknya. Nadia pergi ke kota, tapi bukan tanpa tujuan. Ada orang kaya yang sudah menunggunya di sana.Read more
Author: ctv68 ctv68
Karena menyentuh bedaknya, ibu m3mvkuliku memb4b1 buta. Aku tak tahu apa istimewanya bedak itu, saat mencari tahu. Aku menemukan fakta kalau ternyata —
Nenek Minah terdiam sejenak. Tatapannya tidak lagi tertuju pada Maisarah maupun Aris, melainkan kosong ke arah … Karena menyentuh bedaknya, ibu m3mvkuliku memb4b1 buta. Aku tak tahu apa istimewanya bedak itu, saat mencari tahu. Aku menemukan fakta kalau ternyata —Read more
Aku benar-benar dibuat tak bisa berkata-kata dengan apa yang dipikirkan ibu mertua. Sepertinya ia sangat sengaja ingin menabuh genderang perang dengan wanita yang pernah merebut suaminya itu, ia terlihat sama sekali tak memiliki rasa takut.
Melihatku yang hanya membeku dengan mulut menganga, ia hanya tertawa kecil sambil merapikan piring kotor. “Kenapa? … Aku benar-benar dibuat tak bisa berkata-kata dengan apa yang dipikirkan ibu mertua. Sepertinya ia sangat sengaja ingin menabuh genderang perang dengan wanita yang pernah merebut suaminya itu, ia terlihat sama sekali tak memiliki rasa takut.Read more
“Istri nggak tahu diuntung! Cuma disiram kuah bakso saja semarah itu. Siapa suruh datang ke kantor dengan tampang babu?” makiku dalam hati sambil menyetir kasar.
Istri CEO Kusiram Kuah Bakso 5 Sial! Benar-benar sial! Aku menggerutu sepanjang jalan sambil menyetir dengan … “Istri nggak tahu diuntung! Cuma disiram kuah bakso saja semarah itu. Siapa suruh datang ke kantor dengan tampang babu?” makiku dalam hati sambil menyetir kasar.Read more
Anjing kecil itu sudah berhari-hari duduk di depan warung makan—tidak menggonggong, tidak mendekati siapa pun, dan tidak meminta apa-apa… sampai seorang pelayan wanita menemukan alasan mengapa ia menatap setiap piring seolah sedang menunggu sesuatu yang lebih penting daripada makanan.
Di luar warung, semuanya tampak biasa saja: orang-orang datang dalam keadaan lapar, motor berlalu-lalang, aroma daging … Anjing kecil itu sudah berhari-hari duduk di depan warung makan—tidak menggonggong, tidak mendekati siapa pun, dan tidak meminta apa-apa… sampai seorang pelayan wanita menemukan alasan mengapa ia menatap setiap piring seolah sedang menunggu sesuatu yang lebih penting daripada makanan. Read more
“Mbak hanya menantu di rumah ini, makan, minum, tidur gratis … Jadi, tahu diri lah, Mbak!”
Ucapan itu membuatku sadar, jika aku tak pernah dianggap menantu tapi pembantu. Baiklah, aku tunjukkan apa … “Mbak hanya menantu di rumah ini, makan, minum, tidur gratis … Jadi, tahu diri lah, Mbak!”Read more
Kampung Tanpa Penduduk 10
Aku mengedip pelan.Lalu mengedip lagi. Tapi bayangan itu tetap tersenyum—senyum samar, tipis, seperti mengejek. Dan matanya… … Kampung Tanpa Penduduk 10Read more
“Cari siapa, Pak?” tanyaku saat melihat seorang pria turun membawa secarik kertas.
“Apa benar ini alamat rumah Pak Herman? Ada kiriman barang dari kota, Neng.” Belum sempat aku … “Cari siapa, Pak?” tanyaku saat melihat seorang pria turun membawa secarik kertas.Read more
“Mbak Naya b u tuh bukti? Saya bisa kirimkan tangkapan layar status Wha t s A p p tenaga penj u a l mobilnya sekarang juga.”
Suara Rina dari se be rang telepon terdengar serupa bisikan. Malam semakin larut, tapi mataku tidak … “Mbak Naya b u tuh bukti? Saya bisa kirimkan tangkapan layar status Wha t s A p p tenaga penj u a l mobilnya sekarang juga.”Read more
“Mana suamimu? Naila juga mana?” tanya Ibu saat tak mendapati siapapun di sebelahku.
Melihat wajah Ibu begitu berbinar, bi birku ke lu untuk sekedar mengatakan bahwa Mas Rasyid sedang … “Mana suamimu? Naila juga mana?” tanya Ibu saat tak mendapati siapapun di sebelahku.Read more