“Daren, kenapa mukamu masih seperti benang kusut begitu? Bukannya tadi kamu sudah naik ke kamar untuk … Punya mertua kaya syaiton. Kalau punya makanan diumpetin dalam lemari. Dia pikir aku akan diam, lihat saja, bukan cuma kunci lemari yang akan kuambil, tapi kunci berharga lain miliknya.Read more
Author: ctv68 ctv68
“Mulai detik ini, saya bukan papamu lagi! Perempuan murahan sepertimu cuman bikin malu keluarga!”
Aku menyeret putriku keluar rumah tanpa belas kasihan. Bahkan aku tega menendangnya saat dia memohon sambil … “Mulai detik ini, saya bukan papamu lagi! Perempuan murahan sepertimu cuman bikin malu keluarga!”Read more
“Apa-apaan ini, Las? Mau kemana kamu dengan koper-kopermu itu?”
Indra menarik koper-koper yang menunggu di depan pintu, masuk kembali ke dalam kamar. Lastri menarik tangan … “Apa-apaan ini, Las? Mau kemana kamu dengan koper-kopermu itu?”Read more
AKU, ALDRIC VOSS, PEMILIK SEGALA YANG BERGERAK DI KOTA INI,HANYA BUTUH SATU HAL DARI MU:JIKA KAU BISA MENYELAMATKAN PUTRAKU DARI KEMATIAN YANG DIA PILIH SENDIRI,AKU AKAN MEMBERIMU APA SAJA.BAHKAN NYAWA KU SENDIRI.”^^
Malam itu, di ruang kerja vila tepi Danau Silvermere, aku duduk menghadap gadis yang kutemukan setelah … AKU, ALDRIC VOSS, PEMILIK SEGALA YANG BERGERAK DI KOTA INI,HANYA BUTUH SATU HAL DARI MU:JIKA KAU BISA MENYELAMATKAN PUTRAKU DARI KEMATIAN YANG DIA PILIH SENDIRI,AKU AKAN MEMBERIMU APA SAJA.BAHKAN NYAWA KU SENDIRI.”^^Read more
“Om Evan sudah pulang, Ma?” tanya Mesya, sang putri kecil, sesaat setelah Arini melangkah masuk ke dalam rumah.”Sudah, Sayang. Baru saja pergi .”jawab Arini lembut, mencoba menetralkan sisa-sisa kegugupannya akibat godaan Evan tadi.
Namun, pertanyaan selanjutnya dari Mesya membuat gerakan Arini membeku. “Ma… beneran Om Evan akan jadi Papaku?” … “Om Evan sudah pulang, Ma?” tanya Mesya, sang putri kecil, sesaat setelah Arini melangkah masuk ke dalam rumah.”Sudah, Sayang. Baru saja pergi .”jawab Arini lembut, mencoba menetralkan sisa-sisa kegugupannya akibat godaan Evan tadi.Read more
“POLISI DATANG MENJEMPUT ARGA—TAPI SATU NAMA YANG DISEBUT PETUGAS MEMBUAT NADIRA LANGSUNG TERDIAM!”
Ruangan itu langsung ricuh. “Apa maksudnya menangkap saya?!” bentak Arga panik. Dua polisi berpakaian sipil masuk … “POLISI DATANG MENJEMPUT ARGA—TAPI SATU NAMA YANG DISEBUT PETUGAS MEMBUAT NADIRA LANGSUNG TERDIAM!”Read more
“Selama ini kan aku yang bantu keluargamu tiap ada masalah keu- angan. Kok kamu bicara gitu sih ke orang-orang?!” ucapku ketika mendengar suami dan mertua meren- dahkan aku di depan orang lain
“Mereka taunya aku yang sukses, malu lah kalau semua orang tau siapa dona- tur yang sebenarnya. … “Selama ini kan aku yang bantu keluargamu tiap ada masalah keu- angan. Kok kamu bicara gitu sih ke orang-orang?!” ucapku ketika mendengar suami dan mertua meren- dahkan aku di depan orang lainRead more
Panggilan terputus. Viona mencoba menghubungi Dave lagi, tapi ponselnya sudah tidak aktif. Viona langsung berjongkok dengan tatapan kosong.
Tidak mau menyerah begitu saja, Viona kembali menghubungi sang suami. Namun, ponselnya tetap tidak bisa dihubungi. … Panggilan terputus. Viona mencoba menghubungi Dave lagi, tapi ponselnya sudah tidak aktif. Viona langsung berjongkok dengan tatapan kosong.Read more
DI MALAM PERTAMA PERNIKAHAN KAMI YANG MEWAH DENGAN PUTRA TUNGGAL KELUARGA WIJAYA YANG SANGAT KAYA, AKU DENGAN GEMETAR MENGANGKAT SELIMUT DAN MELIHAT KENYATAAN PAHIT YANG SELAMA INI DISEMBUNYIKAN DARI SUAMIKUAku berdiri di dapur mansion keluarga Wijaya di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Lampu gantung kristal menyinari meja marmer tempatku mencuci piring sisa jamuan makan malam. Bau rempah-rempah dan daging panggang masih menggantung di udara. Setiap pagi pukul lima, aku mulai membersihkan lantai hingga berkilau, mengganti seprai sutra, dan menyiapkan kopi hitam pahit untuk keluarga yang bangun lebih siang. Dua tahun aku bekerja di sini sebagai pembantu rumah tangga. Aku datang dari desa kecil di Jawa Tengah setelah orang tuaku meninggalkan kami dalam kemiskinan. Aku mengirim hampir seluruh gajiku untuk biaya sekolah adik-adikku.
Raka Wijaya selalu menarik perhatianku sejak hari pertama. Putra tunggal pemilik Wijaya Group itu jarang tersenyum. … DI MALAM PERTAMA PERNIKAHAN KAMI YANG MEWAH DENGAN PUTRA TUNGGAL KELUARGA WIJAYA YANG SANGAT KAYA, AKU DENGAN GEMETAR MENGANGKAT SELIMUT DAN MELIHAT KENYATAAN PAHIT YANG SELAMA INI DISEMBUNYIKAN DARI SUAMIKUAku berdiri di dapur mansion keluarga Wijaya di Pondok Indah, Jakarta Selatan. Lampu gantung kristal menyinari meja marmer tempatku mencuci piring sisa jamuan makan malam. Bau rempah-rempah dan daging panggang masih menggantung di udara. Setiap pagi pukul lima, aku mulai membersihkan lantai hingga berkilau, mengganti seprai sutra, dan menyiapkan kopi hitam pahit untuk keluarga yang bangun lebih siang. Dua tahun aku bekerja di sini sebagai pembantu rumah tangga. Aku datang dari desa kecil di Jawa Tengah setelah orang tuaku meninggalkan kami dalam kemiskinan. Aku mengirim hampir seluruh gajiku untuk biaya sekolah adik-adikku.Read more
Dulu kau menghina dan menceraikanku demi wanita lain. Namun sekarang, kau dan keluargamu bahkan tercengang saat ada orang memanggilku “Bos!” Lebih lucu lagi kau tiba-tiba meminta kita—
MEMBALAS HINAAN MANTAN SUAMI Bab 1. Tidak sengaja bertemu Hari ini aku memutuskan pindah rumah lebih … Dulu kau menghina dan menceraikanku demi wanita lain. Namun sekarang, kau dan keluargamu bahkan tercengang saat ada orang memanggilku “Bos!” Lebih lucu lagi kau tiba-tiba meminta kita—Read more